Agustus 2018

Berkunjung ke Percetakan Al Qur’an Raja Fahd di Madinah Al Munawarah

Bagi jamah Haji dan Umrah dari Indonesia, hampir dapat dipastikan pernah dibawa oleh penyelenggara Travel berkunjung Kompleks Percetakan Al Quran Raja Fahd yang berada di Madinah Al Munawarah. Percetakan ini adalah terpresisi dalam pencetakan dan merupakan percetakan Al Quran terbesar didunia. Dengan mengendarai Bis, setelah berkunjung ke berbagai tempat seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatai, Kebun Kurma dan tempat lainnya, tidak ketinggalan yaitu berkunjung ke Percetakan Al Quran Madinah. Di artikel dibawah ini akan diceritakan pa yang bisa dilakukakn di Percetakan ini. Sebelum pulang biasanya pengunjung membeli Al Quran Madinah disini. Tetapi terkadang dibatasi jumlah yang bisa dibeli. Madinah (MCH) – Puluhan bis yang membawa jema’ah haji Indonesia nampak berderet areal parkir samping kanan gerbang Kompleks Percetakan Al Quran Raja Fahd, Madinah Al Munawwarah, Arab Saudi, Minggu (16/10) pagi. Rombongan haji yang sebagian besar berasal dari Sumatera Selatan dan Jawa Tengah itu nampak antusias dan berbondong-bondong memasuki areal pusat percetakan Al Quran terbesar di Madinah. Mereka antre dan mencuci tangan sebelum memasuki areal kompleks tersebut. Untuk bisa melihat proses percetakan Al Quran itu, jema’ah dituntun menuju gedung percetakan Al Quran dengan plang bertuliskan Inggris dan Indonesia “Jalur untuk Pengunjung” atau ada pula tulisan “Masuk”. Begitu pula sebaliknya jika kita ingin keluar dari kompleks tersebut, nampak jelas tanda jalur untuk keluar, dengan tiga bahasa yakni Arab, Indonesia dan Inggris. Percetakan ini dibuka untuk umum mulai pukul 08.00 WAS hingga pukul 12.00 WAS. Kompleks percetakan ini tutup pada hari Kamis dan Jumat yang merupakan hari libur. Di dalam areal kompleks, pengunjung hanya bisa menyaksikan proses pencetakan Al Qur’an di lantai dua gedung saja. Selain itu, hanya pengunjung pria saja yang bisa memasuki ruangan pencetakan Al Qur’an terpresisi di dunia ini. Sementara pengunjung wanita, tidak diperkenankan memasuki areal percetakan kompleks. Pengunjung wanita hanya boleh memasuki workshop kompleks saja yang letaknya berdampingan dengan gerbang kompleks. Di toko itu, berbagai cetakan mushaf Alquran dengan terjemah tersedia, tidak hanya dalam bentuk buku, tersedia juga Alquran dalam bentuk CD dan MP3. Kompleks Percetakan Al Quran Raja Fahd, Madinah Al Munawwarah ini memiliki areal seluas 250.000 meter². Di dalam areal kompleks itu terdiri dari masjid, gedung administrasi, gedung pencetakan, gudang, transportas, marketing, perpusatakaan, restoran dan lain sebagainya. Pembangunan kompleks didirikan pada tahun 1982 berawal dari kebutuhan umat Islam di dunia terhadap mushaf Al Qur’an. Pendirian kompleks percetakan ini merupakan jawaban dari kebutuhan mushaf dan penerjemahan Al Qur’an ke berbagai bahasa di dunia. Percetakan ini hanya mencetak Alquran saja dan beroperasi sejak 1984. Percetakan khusus Al-Qur’an itu berada di bawah koordinasi Kementerian Urusan Agama, Wakaf, Dakwah dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi. Kapasitas produksi Percetakan ini bisa mencapai lebih dari 10 juta kopi dari berbagai publikasi dalam satu shift. Sehingga jika dibutuhkan, produksi percetakan Al Qur’an itu bisa mencapai 30 juta kopi dalam satu tahun, jika dilakukan dalam tiga shift. Hingga tahun 2000, produksi percetakan telah mencapai 90 edisi dengan jumlah 165 juta kopi. Pegawai yang bekerja di komplek ini mencapai 2.000 orang, sebagian besar warga Arab Saudi dan ada juga warga asing. Dari jumlah tadi, 900 orang di antaranya merupakan pengawas dalam pencetakan mushaf Alquran. Mereka terdiri dari para ulama Islam dan penghafal Alquran. Dalam perkembangannya kemudian, percetakan ini juga melakukan diversifikasi produksi dimana tidak hanya mushaf Alquran saja, melainkan pula kaset, serta kepingan CD. Percetakan juga mencetak Alquran terjemahan dalam 47 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Untuk harga Alquran ukuran saku, gerai workshop Komplek menjual dengan harga 21,5 riyal, sedangkan Alquran kecil berwarna hijau yang biasa ada di Masjid Nabawi itu dijual dengan harga 31 riyal. ” Di sini harganya lebih murah. Di toko-toko dekat Haram (Masjid Nabawi), mereka menjual rata-rata 60 riyal,” ujar seorang jemaah. (suhirlan) Sumber : https://www2.kemenag.go.id/berita/85696/berkunjung-ke-percetakan-al-quran-raja-fahd

Jual Mushaf Al Quran Madinah

Kompleks Percetakan Al-Qur’an Madinah Raja Fahd

Ketika kaum muslimin melaksanakan ibadah Haji dan Umrah tak akan pernah ketingggalan untuk berkunjung ke kota Nabi yaitu Madinah Al Munawarah. Ketika di Masjid Nabawi, kita akan menemukan banyak Al Quran yang tersusun rapi, biasanya berwarna hijau. Jika kita coba membuka dan membaca, kita akan berkesan karena tidak berat, tidak tebal tetapi terasa nyaman saat dibaca. Mushaf yang tersusun itu biasanya adalah Al Quran Madinah, karena ada petugas yang menyortir, jika ada Mushaf Al Quran selain cetakan Madinah akan diambil oleh oleh petugas. Lalu dimanakah percetakan Mushaf  Al Quran Madinah? Jawabannya adalah di kota Madinah. Setelah beberapa hari di kota Madinah, biasanya pihak travel akan mengajak jamaahnya untuk mengunjungi Kompleks percetakan Al Quran terbesar di dunia ini. Berikut ini artikel dari wikipedia tentang percetakan Al Quran Madinah. Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd (Arab: مجمع الملك فهد لطباعة المصحف الشريف Mujamma’ al-Mālik Fahd lithibā’ati al-Mushaf asy-Syarīf‎) adalah pabrik percetakan Al-Qur’an yang terbesar di dunia, yang terletak di Madinah, Arab Saudi yang mencetak Al-Qur’an dan terjemahannya ke berbagai bahasa. Percetakan ini merupakan salah satu upaya pemerintah Arab Saudi untuk membantu agama islam dan kaum muslim di seluruh dunia. Raja Fahd bin Abdul Aziz telah meletakkan batu pertama pembangunan komplek percetakan pada tahun 1403 Hijriah dan membuka secara resmi pada tahun 1405 Hijriah. Percetakan ini telah memproduksi rata-rata 10 juta kopi Al-Qur’an per tahunnya, dan mendistribusikannya ke seluruh benua, dan juga mencetak lebih dari 160 terjemah sejumlah 193 juta kopi. Selain itu, juga terdapat studi dan penelitian yang berlanjut untuk membantu percetakan al-Qur’an dan al-Hadits dan terus menggunakan teknik percetakan yang paling modern. Setiap tahunnya komplek percetakan ini dikunjungi oleh 400 ribu pengunjung. Sampai saat ini, komplek percetakan ini sudah mencetak 264 juta cetakan (al-Qur’an, terjemah, buku-buku islam dan sebagainya) sejak dibukanya percetakan ini. Pembangunan dan Pembukaan Komplek Percetakan Semakin bertambahnya kebutuhan dunia Islam atas al-Qur’an, terjemahnya ke berbagai bahasa yang dituturkan oleh muslim di berbagai dunia, dan merawat berbagai ilmu-ilmu al-Qur’an, juga membantu penyebaran al-Hadits dan sejarah nabi, pemerintah Arab Saudi memiliki peran utama dalam menyebarkan agama Islam dan membantu kaum muslim. Pelayan Dua Tanah Suci Raja Fahd bin Abdul Aziz Alu Saud meletakkan batu pertama pembangunan komplek percetakan al-Qur’an di kota Madinah pada tahun 1983 dan membukanya secara resmi pada tahun 1984. Pembinaan Komplek Percetakan Komplek Percetakan al-Qur’an Raja Fahd berada dibawah naungan Kementerian Urusan Islam, Wakaf, Dakwah dan Bimbingan Arab Saudi. Berikut ini beberapa divisi utama Komplek Percetakan: Fasilitas lain Pabrik-pabrik di percetakan ini mempunyai 12 alat cetak Ronald yang memunyai kecepatan cetak 10 ribu lembar perjam dalam semua warna. Mesin cetak film yang ada di sana mempunyai kecepatan cetak 60 ribu lembar per jam. Di dalam komplek penjilidan, ada 60 mesin dengan kecepatan kerja yang terkenal sangat cepat. Mesin-mesin ini diperlengkap dengan alat-alat elektronik yang bisa melihat kesalahan cetak. Untuk penanggulangan kesalahan, ada alat penjahit kertas untuk menempel dan menambah yang kurang. Di bidang pengeditan, ada keistimewaan yang barangkali tidak didapat pada percetakan lain di dunia. Pertama, dikerjakan oleh lembaga khusus yang punya spesialisasi dalam bidang tajwid, qiraat, dan rasm dalam satu lembaga yang diberanggotakan ulama-ulama. Kedua, diedit bagian demi bagian dalam waktu dua menit saja. Terakhir, diteliti dengan jeli. Bahkan, cetakan dalam lembar besar ini dibawa ke sejumlah ulama besar untuk diteliti tiap hurufnya dengan kaca pembesar. Di bagian pengeditan, ada 600 tenaga pengedit. Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kompleks_Percetakan_Al-Qur%27an_Raja_Fahd

Keistimewaan Percetakan Al Quran Raja Fahd Madinah

Sebagai percetakan Kitab Suci Al Quran, Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd menerapkan standard yang sangat ketat sehingga diperoleh hasil yang sangat bagus dan selamat dari berbagai kekurangan. Tahap demi tahap di lalui dengan standard yang sangat ketat. Sehingga hasil akhir juga sangat bagus dan berkualitas. Anda bisa buktikan sendiri ketika membaca mushaf Al Quran Madinah. Bisa Anda rasakan berkualitasnya cetakan Quran Madinah ini. Kelebihan terpenting yang dimiliki oleh Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd dibandingkan dengan lembaga-lembaga percetakan yang lain di seluruh dunia adalah usaha keras untuk menjaga keselamatan produksi cetakan dari kesalahan. Oleh karena itu perangkat monitor dan kontrol yang dimilikinya merupakan tertinggi menurut standar percetakan internasional. Tahap-tahap pemeriksaan terbitan, baik cetak maupun suara, dimulai dengan pemeriksaan ilmiah dari tim-tim khusus yang melakukan pengecekan terhadap terbitan berkali-kali sebelum masuk dalam proses produksi. Ketika memulai produksi, terdapat departemen yang bertugas memonitornya, yang terdiri dari bagian-bagian berikut: Pengawasan teks: Bagian ini bertanggungjawab untuk memastikan keselamatan teks dari tambahan atau kekurangan. Pekerjaan pada bagian ini dimulai sebelum percetakan, yaitu dengan melihat pada percobaan-percobaan yang dihasilkan dari papan cetak. Kemudian memeriksa contoh yang telah tercetak ketika pencetakan mulai dijalankan. Jika contoh itu telah bersih dari kesalahan, maka diberikan perintah untuk melanjutkan produksi. Pekerjaannya terus berlangsung sejalan dengan berjalannya proses percetakan, dengan mengambil contoh-contoh secara terus menerus untuk memastikan keselamatan cetakan dari kesalahan. Pengawasan kualitas: Bagian ini bertugas mengawasi hasil produksi mulai dari fase persiapan produksi sampai menjadi kitab jilidan. Pengawasan kualitas percetakan ini dilakukan dengan mengambil contoh-contoh secara terus-menerus untuk meyakinkan keselamatan produksi yang telah tercetak, baik itu keselamatan teks, warna, hiasan, atau unsur-unsur yang ada pada halaman cetakan. Terdapat pula pengawasan kualitas dalam assembling, penjahitan, penjepitan dan penyampulan terakhir, yang mana dilakukan dengan memeriksa keselamatan produksi satu persatu. Dalam bidang rekaman suara, dilakukan pemeriksaan setiap kaset untuk memastikan keselamatannya dan kejernihan suaranya. Pengawasan terakhir: Di sini dijalankan pengawasan untuk setiap terbitan guna meyakinkan keselamatannya dari kesalahan, baik dalam teks maupun sisi-sisi teknis lainnya, seperti keselamatan cetakan, penjilidan, pemberian warna emas, dan lainnya. Jika telah selesai meyakinkan keselamatan produksi, maka kemudian distempel sebagai pengakuan terhadap kebersihannya dari kesalahan. Telah dibuat standar detail untuk produksi, yang mana pengawasan keselamatan produksi dan kesesuaiannya dengan kriteria artistik yang ada, didasarkan padanya. Sumber : http://qurancomplex.gov.sa/Display.asp?section=9&l=ind&f=entag_ind01&trans=

Keranjang Belanja